Dapatkan promo spesial free voucher Informa Pakuwon Mall Jogja senilai Rp. 5.000.000

Info Mudik, Jalur Purwomartani Tol Jogja–Solo Dibuka Satu Arah

Beritajogja.com (Sleman ) – Pemerintah akan membuka secara fungsional ruas Tol Jogja–Solo segmen Purwomartani–Prambanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Solo dan selanjutnya menuju Jakarta maupun Surabaya.

Manajer Pengendalian Paket 1D2 proyek Tol Jogja–Solo, Bachtiar Yusuf, menjelaskan jalur fungsional ini menjadi akses tambahan untuk mengurai kepadatan kendaraan selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, jalur fungsional akan mulai dibuka pada 16 Maret hingga 29 Maret 2026. Namun pengoperasian hanya dilakukan pada siang hari, yakni pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

“Untuk malam hari sementara belum kami buka karena penerangan di jalur tersebut masih belum optimal,” ujar Bachtiar.

Ia menjelaskan, kendaraan dari arah Yogyakarta akan masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani kemudian melintas jalur fungsional hingga terhubung dengan jalur operasional menuju Solo. Dari titik tersebut kendaraan dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta maupun Surabaya.

Di jalur tersebut juga terdapat titik peralihan jalur atau weaving yang memungkinkan kendaraan berpindah lintasan sebelum masuk ke jalur operasional utama.

Meski difungsionalkan, tidak semua ruas dikenakan tarif. Bachtiar mengatakan, kendaraan yang hanya melintas dari Purwomartani hingga Prambanan tidak akan dikenakan biaya.

“Untuk jalur fungsional dari Purwomartani sampai Prambanan itu tanpa biaya. Tapi kalau kendaraan keluar menuju Klaten, Polanharjo atau Banyudono, maka tarif tol berlaku normal dihitung dari Prambanan sampai gerbang keluar tujuan,” jelasnya.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, pembangunan jalur tersebut disebut telah mencapai sekitar 95 persen. Saat ini pengerjaan hanya menyisakan tahap perapian di beberapa titik.

“Untuk main road sudah selesai pengecorannya. Ada yang sudah rigid permanen dan ada juga yang masih menggunakan lean concrete (LC) sementara,” katanya.

Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, pihak pengelola juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pengamanan. Di antaranya guardrail sepanjang sekitar 10 hingga 11 kilometer, water barrier, serta pembatas jalan sementara di sejumlah titik.

Selain itu, rambu-rambu sementara juga dipasang untuk mengatur lalu lintas selama jalur fungsional digunakan. Rambu tersebut antara lain batas kecepatan, larangan mendahului, hingga larangan berhenti di sepanjang jalur.

Bachtiar menambahkan, jalur tersebut saat ini hanya dapat dilalui satu arah dari Yogyakarta menuju Solo. Kendaraan dari arah Solo menuju Yogyakarta belum dapat menggunakan jalur tersebut.

Hal ini dikarenakan kondisi konstruksi di lapangan yang belum memungkinkan untuk pengaturan putar balik kendaraan.

“Untuk optimal nanti sebenarnya akan ada U-turn. Tapi melihat kondisi di lapangan dan sesuai keputusan rapat terakhir, sementara hanya dibuka dari arah Jogjakarta menuju Solo,” ujarnya.

Sementara itu, menghadapi arus mudik Lebaran, Kantor Wilayah Jasa Raharja DIY juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk penanganan kecelakaan lalu lintas.

Kepala Kanwil Jasa Raharja DIY menyampaikan pihaknya menyiagakan 43 personel yang akan bertugas mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Selain itu, Jasa Raharja juga telah berkoordinasi dengan 72 rumah sakit di wilayah DIY untuk memastikan penanganan cepat bagi korban kecelakaan.

“Setiap rumah sakit sudah ada PIC yang ditunjuk. Jika ada korban kecelakaan lalu lintas masuk rumah sakit, maka akan segera diinformasikan kepada petugas Jasa Raharja untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit dapat langsung mendapatkan surat jaminan biaya perawatan dari Jasa Raharja. Nilai santunan untuk korban luka-luka maksimal sebesar Rp20 juta.

Selain itu, Jasa Raharja juga memberikan santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta serta santunan cacat tetap maksimal Rp50 juta.

Untuk mendukung layanan selama masa mudik, Jasa Raharja juga membuka pos layanan terpadu di sejumlah titik jalur utama, antara lain di Tempel, Sedayu, dan Temon.

Pos tersebut disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik yang membutuhkan istirahat sekaligus mendapatkan layanan kesehatan, termasuk pengecekan kondisi pengemudi serta layanan tambal ban gratis.

“Kami berharap pos ini bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat ketika lelah di perjalanan, sehingga bisa mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Sumber : beritajogja.com

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial